Biaya Cor Dak Lantai Atas per m2 di Tahun Ini

Biaya Cor Dak Lantai Atas per m2 di Tahun Ini

Pengecoran lantai atas menjadi pekerjaan penting dalam pembangunan rumah. Karenanya, proses ini perlu dipahami dengan baik sejak awal. Selain itu, biaya cor dak lantai atas per m2 harus dihitung dengan benar agar anggaran tidak membengkak. Meski terlihat rumit, perhitungan ini sebenarnya mudah dipahami oleh pemilik rumah. Kemudian, Anda bisa menentukan pilihan material dan metode kerja dengan lebih tepat. Artikel ini bertujuan mengedukasi sekaligus membantu pembaca memahami estimasi biaya konstruksi secara akurat. Dengan begitu, proyek dapat berjalan aman, rapi, dan hemat.

Biaya Cor Dak Lantai Atas per m2

biaya cor dak lantai atas per m2

Biaya cor dak lantai atas per m2 biasanya dipengaruhi oleh material dan metode kerja. Selanjutnya, estimasi standar sering dihitung berdasarkan kebutuhan beton, besi, dan bekisting. Kemudian, harga dapat meningkat jika kualitas material naik. Dak beton konvensional umumnya memakai besi, pasir, semen, kerikil, dan papan bekisting. Selain itu, biaya juga dipengaruhi oleh tingkat kesulitan lokasi kerja.

Secara umum, biaya cor dak lantai atas per m2 berkisar Rp550.000 hingga Rp750.000 per m2. Rentang ini mencakup material standar dan tenaga kerja. Namun, harga bisa naik menjadi Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per m2 untuk material premium. Sementara itu, metode ready mix biasanya memberikan hasil yang lebih cepat. Namun, harga ready mix juga mengikuti jenis mutu beton yang dipilih.

Kisaran Tarif Tenaga Kerja untuk Pengecoran Lantai Atas

Kisaran Tarif Tenaga Kerja untuk Pengecoran Lantai Atas

Tarif tenaga kerja menjadi bagian penting dalam perhitungan anggaran. Selain itu, setiap daerah memiliki standar harga yang berbeda. Pekerja harian biasanya dibayar berdasarkan tingkat keahlian mereka. Kemudian, perhitungan borongan kadang dipilih agar biaya lebih terkendali.

Tarif tenaga kerja secara umum berada pada kisaran Rp150.000 hingga Rp250.000 per hari. Meskipun begitu, tarif borongan sering digunakan pada proyek dak beton. Borongan pekerjaan dak biasanya berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000 per m2. Selain itu, metode borongan dianggap lebih praktis karena sudah mencakup seluruh proses kerja.

Cara Perhitungan Budget Cor Dak yang Efektif

Cara Perhitungan Budget Cor Dak yang Efektif

Perhitungan anggaran perlu dilakukan secara teliti agar biaya tidak melonjak. Oleh karena itu, pemilik rumah harus memahami kebutuhan material. Berikut cara menghitung budget yang tepat.

1. Menghitung Luas Area Dak yang Akan Dicor

Langkah pertama adalah menentukan luas bidang lantai atas yang akan dicor. Perhitungan ini dilakukan dengan mengalikan panjang dan lebar area bangunan. Misalnya, jika lantai atas memiliki ukuran 6 meter × 8 meter, maka luas totalnya adalah 48 m². Luas ini akan menjadi dasar semua perhitungan berikutnya, mulai dari kebutuhan volume beton hingga jumlah material pendukung seperti besi, pasir, kerikil, dan bekisting.

2. Menentukan Ketebalan Dak Beton

Setelah luas dihitung, ketebalan dak harus ditentukan karena ketebalan ini sangat memengaruhi volume beton yang diperlukan. Pada umumnya, dak beton rumah memakai ketebalan 12 cm hingga 15 cm. Jika ketebalan yang dipilih adalah 12 cm, maka nilai tersebut harus diubah menjadi 0,12 meter agar dapat digunakan dalam perhitungan volume beton. Semakin tebal daknya, semakin banyak material yang akan dibutuhkan.

3. Menghitung Volume Beton yang Dibutuhkan

Volume beton dihitung dengan rumus luas area dikalikan ketebalan dak. Dengan luas sebesar 48 m² dan ketebalan 0,12 meter, jumlah volume beton yang diperlukan adalah 5,76 m³. Perhitungan ini penting sebagai dasar untuk menentukan apakah Anda akan memakai cor manual atau beton ready mix. Jika memilih ready mix, angka ini tinggal dikalikan dengan harga per meter kubik sesuai mutu beton yang Anda inginkan.

4. Menentukan Kebutuhan Material Beton Secara Detail

Pada tahap berikutnya, kebutuhan material dihitung berdasarkan volume beton yang sudah diperoleh. Jika menggunakan cor manual, 1 m³ beton umumnya membutuhkan sekitar 7–8 sak semen, 0,5–0,6 m³ pasir, dan 0,8–0,9 m³ kerikil. Dengan demikian, untuk volume 5,76 m³, total semen yang dibutuhkan sekitar 44 sak, pasir sekitar 3,2 m³, dan kerikil sekitar 5 m³. Angka ini biasanya dibulatkan karena material dijual dalam satuan penuh.

5. Menghitung Kebutuhan Besi Tulangan

Selain beton, besi tulangan juga wajib diperhitungkan sejak awal. Dak beton umumnya menggunakan besi berdiameter 10 mm dengan jarak 20 cm antar tulangan, atau dapat diganti dengan wiremesh sebagai pilihan praktis. Secara umum, kebutuhan besi berada pada angka 8–10 kilogram per m². Dengan menggunakan rata-rata 9 kg per m² untuk area seluas 48 m², total kebutuhan besi menjadi sekitar 432 kg. Jika Anda memilih wiremesh M8, maka kebutuhan bisa digantikan dengan sekitar 5 lembar berdasarkan ukuran standar per lembar.

6. Mengonversi Kebutuhan Material ke dalam Biaya

Setelah jumlah material dihitung, langkah selanjutnya adalah menghitung total anggaran berdasarkan harga pasaran. Misalnya, harga semen Rp60.000 per sak, pasir Rp250.000 per m³, kerikil Rp280.000 per m³, dan besi Rp15.000 per kilogram. Jika dikalikan dengan kebutuhan yang sudah dihitung, total biaya material beton bisa mencapai lebih dari Rp11 juta. 7. Menghitung Biaya

7. Bekisting dan Perancah

Bekisting dan perancah adalah komponen penting karena berfungsi sebagai cetakan sementara saat proses pengecoran. Biaya bekisting biasanya dihitung per meter persegi dengan kisaran harga Rp50.000 hingga Rp80.000 per m². Jika menggunakan angka Rp60.000 per m², maka untuk 48 m² biaya bekisting mencapai Rp2.880.000.

8. Menghitung Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan sistem harian atau borongan. Sistem harian biasanya melibatkan 5 pekerja selama 5 hari, sehingga totalnya bisa mencapai Rp3.750.000. Namun, sistem borongan lebih sering dipilih karena lebih praktis dan terukur. Dengan tarif Rp180.000 per m², total biaya untuk luas 48 m² menjadi Rp8.640.000.

9. Menambahkan Biaya Tambahan dan Dana Cadangan

Biaya tambahan seperti sewa pompa beton, transportasi material, serta dana cadangan perlu disiapkan agar tidak terjadi kekurangan dana di tengah proses. Dana cadangan biasanya berkisar 5–10 persen dari total anggaran. Misalnya, dana cadangan 10 persen ditambahkan dari total biaya sementara untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak yang sering muncul di lapangan.

10. Menjumlahkan Semua Komponen Anggaran

Tahap terakhir adalah menjumlahkan seluruh komponen biaya dari material beton, besi, bekisting, tenaga kerja, hingga dana cadangan. Dengan contoh perhitungan sebelumnya, total biaya pengecoran dak manual untuk 48 m² bisa mencapai sekitar Rp25 juta. Jika dihitung per meter persegi, biaya tersebut berada di angka sekitar Rp520.000 per m², yang sesuai dengan standar harga pengecoran dak di pasaran.

Tips Menghemat Biaya Pengecoran Tanpa Mengurangi Kekuatan Struktur

Penghematan biaya bisa dilakukan tanpa menurunkan kekuatan dak beton. Pertama, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan struktur bangunan. Selain itu, mutu beton tidak boleh diturunkan secara ekstrem. Kemudian, pembelian material dalam jumlah besar sering memberikan harga lebih murah.

Selanjutnya, penggunaan tenaga kerja berpengalaman akan mempercepat proses kerja. Dengan begitu, risiko kesalahan dapat diminimalkan sejak awal. Selain itu, metode ready mix sering memberikan efisiensi waktu dan tenaga. Sementara itu, pengawasan pekerjaan harus dilakukan secara rutin agar kualitas tetap terjaga.

Kemudian, pemilik rumah perlu menghindari pemborosan material pada tahap pengecoran. Selain itu, penggunaan bekisting yang rapi juga membantu mengurangi kebocoran beton. Dengan langkah ini, hasil pengecoran menjadi lebih kuat dan merata. Selanjutnya, perencanaan awal yang matang akan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Kesimpulan

Biaya cor dak lantai atas per m2 dapat dihitung dengan mudah jika komponen material dan tenaga kerja dipahami dengan baik. Selain itu, perencanaan anggaran akan membantu pemilik rumah menghindari biaya berlebih. Dengan perhitungan yang tepat, dak beton bisa dibuat kuat, rapi, dan tahan lama.

Selain memperhatikan perhitungan yang matang, memilih jasa tukang juga sangat mempengaruhi biaya. Karena jasa tukang yang sudah profesional akan bekerja lebih rapi, terukur, dan memiliki rancangan jadwal tersendiri. Sehingga pekerjaan yang dilakukan akan selelsai tepat pada waktunya. Jika anda membutuhkan jasa tukang dapat menghubungi kami melalui kontak Whatsapp di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.