Jarak Maksimal Gording – Dalam proses pemasangan atap, gording sering kali dianggap sebagai bagian yang sepele. Namun demikian, peran gording sangat penting dalam menopang struktur atap secara keseluruhan. Oleh karena itu, pertanyaan mengenai jarak maksimal gording sering muncul, terutama bagi pemilik rumah dan pelaku konstruksi pemula. Selain itu, kesalahan dalam menentukan jarak gording dapat berdampak langsung pada kekuatan dan umur pakai atap.
Jarak Maksimal Gording

Secara teknis, jarak maksimal gording yang umum digunakan pada konstruksi atap berada pada kisaran 80 cm hingga 120 cm. Angka ini ditetapkan agar beban atap dapat ditopang secara merata dan struktur tetap stabil. Oleh karena itu, jarak tersebut sering dijadikan acuan awal dalam perencanaan rangka atap rumah.
Untuk gording kayu, jarak aman biasanya berada di angka 80–100 cm. Hal ini disebabkan kekuatan kayu yang terbatas terhadap beban dan kelembapan. Dengan jarak ini, risiko kayu melendut dapat dikurangi. Selain itu, daya tahan atap juga menjadi lebih optimal.
Sementara itu, gording baja ringan dapat dipasang dengan jarak yang lebih lebar, yaitu sekitar 100–120 cm. Material baja ringan memiliki kekuatan tarik yang lebih baik. Oleh sebab itu, beban atap masih dapat ditopang dengan baik meskipun jaraknya lebih renggang.
Namun demikian, jarak maksimal tersebut tetap harus disesuaikan dengan jenis penutup atap yang digunakan. Atap genteng berat membutuhkan jarak lebih rapat. Sebaliknya, atap metal ringan memungkinkan jarak lebih lebar. Dengan penyesuaian ini, performa atap dapat tetap aman dan tahan lama.
Jenis Gording yang Umum Digunakan

Dalam struktur atap, gording tersedia dalam berbagai jenis material. Oleh karena itu, pemilihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan bangunan. Selain itu, jenis gording akan memengaruhi jarak pemasangan dan kekuatan rangka atap.
1. Gording Kayu
Gording kayu sering digunakan pada rumah tinggal sederhana. Material ini mudah dipasang dan mudah dibentuk. Namun demikian, kayu cukup sensitif terhadap kelembapan. Oleh sebab itu, kualitas kayu harus benar-benar diperhatikan. Dengan perawatan yang baik, daya tahannya tetap terjaga.
2. Gording Baja Ringan
Gording baja ringan banyak dipilih pada bangunan modern. Material ini memiliki bobot ringan namun kuat. Selain itu, baja ringan tahan terhadap karat dan pelapukan. Oleh karena itu, pemasangan dapat dilakukan lebih efisien. Dengan struktur yang tepat, atap menjadi lebih stabil.
3. Gording Baja Profil
Gording baja profil digunakan pada bangunan dengan bentang lebar. Material ini mampu menahan beban berat. Namun demikian, pemasangannya memerlukan perhitungan teknis. Oleh sebab itu, penggunaannya lebih umum pada gudang atau pabrik. Dengan desain tepat, kekuatan atap maksimal.
4. Gording Beton Bertulang
Gording beton bertulang biasanya digunakan pada bangunan permanen. Material ini memiliki kekuatan tekan yang tinggi. Namun demikian, bobotnya sangat berat. Oleh karena itu, perencanaan struktur harus matang. Dengan konstruksi tepat, umur bangunan menjadi lebih panjang.
5. Gording Kombinasi
Gording kombinasi menggabungkan dua material berbeda. Biasanya digunakan untuk kebutuhan khusus. Selain itu, kombinasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi struktur. Oleh sebab itu, perencanaannya perlu dilakukan oleh tenaga ahli. Dengan kombinasi tepat, hasilnya lebih optimal.
Jarak Gording Ideal Berdasarkan Jenis Atap

Jarak gording ideal sangat dipengaruhi oleh jenis penutup atap. Oleh karena itu, setiap material atap membutuhkan penyesuaian jarak. Selain itu, beban dan karakter atap perlu diperhitungkan.
1. Atap Genteng Tanah Liat
Atap genteng tanah liat memiliki bobot cukup berat. Oleh sebab itu, jarak gording perlu dibuat rapat. Secara umum, jarak ideal berada di kisaran 80 hingga 90 cm. Dengan jarak ini, beban dapat terbagi merata. Selain itu, struktur lebih aman.
2. Atap Genteng Beton
Atap genteng beton memiliki bobot lebih berat dari genteng tanah liat. Oleh karena itu, jarak gording sering dibuat sekitar 70 hingga 80 cm. Dengan jarak rapat, risiko keretakan dapat dikurangi. Selain itu, kestabilan atap meningkat.
3. Atap Metal atau Spandek
Atap metal memiliki bobot ringan dan fleksibel. Oleh sebab itu, jarak gording dapat dibuat lebih lebar. Secara umum, jarak 100 hingga 120 cm masih aman. Namun demikian, faktor angin tetap perlu diperhatikan. Dengan perhitungan tepat, atap tetap kuat.
4. Atap UPVC
Atap UPVC memiliki daya tahan terhadap panas dan cuaca. Oleh karena itu, jarak gording biasanya mengikuti rekomendasi pabrikan. Secara umum, jarak ideal sekitar 100 cm. Dengan jarak ini, performa atap tetap optimal. Selain itu, risiko melendut dapat dihindari.
5. Atap Polycarbonate
Atap polycarbonate bersifat transparan dan ringan. Namun demikian, material ini cukup lentur. Oleh sebab itu, jarak gording sebaiknya dibuat lebih rapat. Secara umum, jarak 70 hingga 90 cm disarankan. Dengan jarak ini, atap tidak mudah melengkung.
Pengaruh Jarak Gording terhadap Umur Pakai Atap
Jarak gording memiliki pengaruh langsung terhadap umur pakai atap. Oleh karena itu, jarak yang tidak sesuai dapat mempercepat kerusakan. Selain itu, atap yang tidak ditopang dengan baik akan mudah bergeser.
Jika jarak gording terlalu lebar, beban atap akan terkonsentrasi pada titik tertentu. Akibatnya, atap bisa melendut atau retak. Oleh sebab itu, umur pakai atap menjadi lebih pendek. Dengan jarak yang tepat, tekanan dapat dibagi secara merata.
Sebaliknya, jarak gording yang terlalu rapat memang lebih aman. Namun demikian, biaya material akan meningkat. Oleh karena itu, keseimbangan antara kekuatan dan efisiensi biaya perlu diperhatikan. Dengan perencanaan yang baik, kedua aspek dapat dicapai.
Selain itu, jarak gording yang ideal juga memengaruhi kenyamanan bangunan. Atap yang kokoh akan lebih tahan terhadap angin dan hujan. Dengan demikian, risiko kebocoran dapat dikurangi. Oleh sebab itu, penentuan jarak gording tidak boleh diabaikan.
Jika anda berencana renovasi rumah, konsultasi material yang tepat dan aman sebaiknya dengan tenaga profesional. Oleh karena itu, jika Anda membutuhkan jasa tukang untuk membantu proses pemasangan agar hasilnya rapi dan maksimal, silakan hubungi kami melalui WhatsApp pada nomor berikut.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, jarak maksimal gording harus ditentukan berdasarkan jenis gording dan jenis atap yang digunakan. Dengan perhitungan yang tepat, kekuatan atap terjaga dan umur pakai bangunan dapat diperpanjang.

