Kamar mandi lantai atas memerlukan perhatian khusus saat pembangunan. Masalah kebocoran sering terjadi jika pengerjaan tidak tepat. Oleh karena itu, memahami cara cor dak kamar mandi lantai atas sangat krusial. Teknik yang benar mencegah rembesan air ke ruangan bawah.
Kesalahan pengerjaan dapat merusak plafon dan dinding rumah. Perbaikan bocor membutuhkan biaya besar di kemudian hari. Artikel cara cor dak kamar mandi lantai atas ini akan membahas metode cor yang aman. Mari kita pelajari agar kamar mandi bebas masalah selamanya.
Persiapan Cor Dak Kamar Mandi Lantai Atas
Persiapan yang matang menentukan keberhasilan hasil akhir pengecoran dak, terutama untuk area kamar mandi lantai atas yang rawan bocor. Berikut tahapan penting yang perlu dilakukan sebelum proses cor dimulai:
1. Pemilihan Material Berkualitas
Pertama, gunakan semen Portland tipe I yang telah berstandar SNI. Pastikan pasir yang digunakan bersih tanpa lumpur, dan kerikil berukuran 1–2 cm tersebar merata. Gunakan besi beton dengan diameter minimal 10 mm agar struktur kuat menahan beban air. Material berkualitas tinggi akan menjamin daya tahan dak hingga puluhan tahun.
2. Perhitungan Ketebalan Cor
Kemudian, ketebalan ideal dak kamar mandi minimal 12 cm dengan tambahan 2 cm untuk slope kemiringan menuju saluran pembuangan. Perhitungan beban air harus dilakukan secara akurat dan disarankan dikonsultasikan dengan engineer struktural agar hasil optimal. Ketebalan yang tepat akan mencegah retak dan ambles di kemudian hari.
3. Pembuatan Bekisting Kokoh
Selanjutnya, gunakan multipleks 12 mm sebagai bekisting dan perkuat dengan balok kayu tiap jarak 50 cm. Struktur bekisting harus rapat dan water tight, agar tidak ada kebocoran adukan beton. Bekisting yang melengkung atau bocor akan menurunkan kualitas cor secara keseluruhan.
4. Pemasangan Instalasi Pipa
Lebih lanjut, pastikan semua instalasi pipa air bersih dan air kotor sudah terpasang sebelum pengecoran. Cek rapatnya sambungan dengan uji tekanan air tinggi untuk memastikan tidak ada kebocoran. Tandai juga posisi floor drain dengan presisi, karena kesalahan posisi sulit diperbaiki setelah cor mengeras.
5. Pembesian dan Wire Mesh
Akhirnya, pasang besi beton dengan jarak 15–20 cm dan tambahkan wire mesh sebagai lapisan penguat tambahan. Ikat semua sambungan dengan kawat bendrat kuat, dan pastikan tulangan terangkat 3 cm dari dasar bekisting. Posisi pembesian yang tepat akan memastikan kekuatan struktur maksimal dan tahan lama.
Teknik Cor Dak Kamar Mandi Lantai Atas Anti Bocor
Pengecoran area basah seperti kamar mandi membutuhkan teknik khusus agar tidak terjadi kebocoran di masa depan. Berikut cara cor dak kamar mandi lantai atas yang direkomendasikan.
1. Campuran Beton dengan Waterproof
Pertama-tama, campurkan admixture waterproofing langsung ke dalam adukan beton. Gunakan perbandingan 1:2:3 (semen:pasir:kerikil) dengan air secukupnya agar tidak terlalu encer. Pastikan campuran homogen tanpa gumpalan. Penambahan waterproof integral ini berfungsi mencegah rembesan dari dalam beton itu sendiri.
2. Pengecoran Bertahap Tanpa Jeda
Kemudian, tuang adukan beton mulai dari sudut terjauh sambil dipadatkan terus-menerus. Hindari jeda lebih dari 30 menit antar tahap agar tidak terbentuk cold joint, yang dapat menjadi sumber kebocoran. Pengecoran sebaiknya diselesaikan dalam satu kali proses penuh.
3. Pemadatan Menggunakan Vibrator
Selanjutnya, gunakan concrete vibrator untuk mengeluarkan gelembung udara dari dalam adukan. Pemadatan ini penting agar beton menjadi padat dan tidak berongga. Rongga udara yang tersisa bisa menjadi jalur air rembesan di kemudian hari.
4. Pembentukan Slope Kemiringan
Lebih lanjut, bentuk kemiringan sekitar 1–2% ke arah floor drain saat beton masih plastis. Gunakan waterpass untuk memastikan slope rata dan akurat. Kemiringan ini penting agar air dapat mengalir sempurna tanpa genangan di permukaan lantai.
5. Finishing Permukaan
cara cor dak kamar mandi lantai atas tahap akhir, haluskan permukaan beton menggunakan roskam besi berkualitas. Jangan buat terlalu halus agar keramik mudah menempel nantinya. Finishing dilakukan saat beton mulai mengeras sebagian, dengan tekstur akhir sedikit kasar untuk hasil optimal.
Perawatan Pasca Cor dan Pencegahan Rembesan Air
Setelah pengecoran selesai, perawatan yang benar sangat penting untuk mencegah kerusakan dini dan kebocoran. Berikut langkah-langkah yang wajib dilakukan:
1. Proses Curing Rutin
Pertama, lakukan penyiraman air setiap 3 jam sekali selama minimal 7 hari berturut-turut. Tutup permukaan dengan karung basah agar tetap lembap. Proses curing ini mencegah retak rambut akibat pengeringan cepat, yang sering menjadi penyebab rembesan air.
2. Pembongkaran Bekisting Bertahap
Kemudian, lepas bekisting setelah 14 hari atau lebih, dan biarkan penyangga utama tetap terpasang hingga 21 hari. Pembongkaran terlalu cepat bisa menyebabkan beton retak atau ambles karena kekuatannya belum maksimal.
3. Aplikasi Lapisan Waterproof Tambahan
Selanjutnya, setelah beton benar-benar kering, aplikasikan coating waterproofing tambahan berbasis semen atau membran elastis. Gunakan minimal 2–3 lapis, dengan waktu pengeringan sempurna di setiap lapisan. Lapisan ini berfungsi sebagai perlindungan ganda terhadap kebocoran.
4. Tes Genangan Air
Lebih lanjut, lakukan uji genangan air selama 24 jam dengan tinggi air sekitar 5 cm. Periksa bagian bawah plafon apakah ada tanda-tanda rembesan. Jika ditemukan kebocoran kecil, segera lakukan perbaikan sebelum pemasangan keramik.
5. Pemasangan Keramik Anti Slip
Gunakan keramik anti slip khusus kamar mandi dengan perekat dan nat waterproof berkualitas tinggi. Pastikan semua celah terisi rapat agar air tidak merembes. Hindari keramik terlalu halus yang berisiko licin, keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas utama.
Kebutuhan untuk hunian tampil maksimal; baik dari segi desain maupun konstruksi hunian yang kokoh memerlukan tukang profesional. Pengerjaan jasa tukang profesional bisa menghubungi WhatsApp berikut.
Kesimpulan
Memahami cara cor dak kamar mandi lantai atas sangat penting. Persiapan matang dan teknik tepat mencegah kebocoran efektif. Selain itu, perawatan pasca cor tidak boleh diabaikan. Penggunaan material berkualitas menjamin ketahanan jangka panjang.

