Kapan Waktu Plester Dinding Terbaik – Plester dinding merupakan salah satu tahap paling penting dalam proses pembangunan rumah maupun bangunan lain. Selain berfungsi sebagai perata permukaan, plester juga berperan melindungi struktur dinding dari air, panas, hingga kerusakan mekanis.
Namun, banyak kasus plester yang mengalami retak-retak setelah kering, bahkan ada yang muncul hanya beberapa hari setelah dikerjakan. Retakan ini tidak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga dapat menjadi awal dari kerusakan yang lebih serius seperti rembes atau pelapukan dinding.
Salah satu penyebab paling umum dari retaknya plester dinding adalah kesalahan dalam menentukan waktu pengerjaan.
Dalam artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai kapan waktu plester dinding terbaik agar tidak retak. Yuk Simak!
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Plester Dinding

Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas plester dinding.
1. Kelembapan Dinding
Dinding yang terlalu kering atau terlalu basah sama-sama dapat memicu keretakan. Permukaan yang sangat kering menyerap air dari adukan plester terlalu cepat, sedangkan permukaan yang terlalu basah membuat campuran tidak menempel sempurna. Menjaga kelembapan ideal sebelum plester sangat penting untuk mendapatkan hasil yang kuat.
2. Campuran Material
Perbandingan semen, pasir, dan air memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan plester. Campuran yang terlalu encer akan mudah retak karena kadar air tinggi membuat permukaan rapuh. Sebaliknya, campuran yang terlalu kental dapat mengurangi daya rekat dan membuat plester mudah terkelupas.
3. Jenis Pasir yang Digunakan
Pasir yang baik untuk plester adalah pasir halus dengan kadar lumpur rendah. Pasir yang mengandung terlalu banyak tanah atau kotoran membuat adukan tidak kompak sehingga memperbesar risiko retakan. Pemilihan pasir bersih sangat menentukan kualitas akhir permukaan dinding.
4. Teknik Aplikasi Plester
Cara mengoleskan plester juga memengaruhi ketahanannya. Plester yang diaplikasikan terlalu tebal dalam satu lapis cenderung mengalami retakan. Pengerjaan yang benar sebaiknya dilakukan bertahap dan merata di seluruh permukaan.
5. Proses Perawatan Setelah Plester
Setelah plester mengering, permukaan perlu disiram atau dijaga kelembapannya selama beberapa hari. Perawatan ini memungkinkan proses pengerasan berjalan sempurna. Tanpa perawatan, plester dapat mengering terlalu cepat dan menimbulkan retakan rambut.
Kapan Waktu Plester Dinding Terbaik Anti Retak

Berikut ini adalah kapan waktu plester dinding terbaik agar tidak retak.
1. Saat Kondisi Cuaca Tidak Terlalu Panas
Plester dinding sebaiknya dilakukan saat suhu tidak terlalu tinggi, misalnya pada pagi hari atau sore hari. Cuaca yang terlalu panas membuat air dalam adukan cepat menguap sehingga menyebabkan plester mengering tidak merata dan rentan retak. Pengerjaan pada waktu yang lebih sejuk membantu proses hidrasi semen berjalan optimal sehingga hasil plester lebih padat.
2. Hindari Plester saat Hujan atau Kelembapan Tinggi
Cuaca lembap atau hujan dapat membuat dinding menyerap terlalu banyak air. Ketika plester diaplikasikan pada permukaan yang sangat basah, adukan dapat melemah dan tidak menempel dengan baik. Kondisi ini dapat memicu retakan atau pengelupasan setelah kering.
3. Setelah Struktur Dinding Benar-Benar Kering
Dinding bata atau batako yang baru selesai dipasang masih menyimpan kelembapan tinggi. Jika langsung diplester, uap air dari dalam dinding akan mendorong keluar dan menyebabkan retakan halus pada permukaan plester. Idealnya, tunggu dinding mengering dalam beberapa hari sebelum memulai pekerjaan plester.
4. Ketika Proses Pemasangan Instalasi Sudah Selesai
Pemasangan kabel listrik, pipa air, dan berbagai instalasi lainnya sering membuat teknisi perlu membongkar sebagian dinding. Jika plester dikerjakan terlalu cepat sebelum instalasi selesai, pekerjaan perbaikan akan memicu keretakan di kemudian hari. Oleh karena itu, plester sebaiknya dilakukan setelah seluruh jalur utilitas terpasang dengan rapi.
Tips Agar Plester Dinding Tidak Cepat Retak

Berikut ini adalah tips agar plester dinding tidak cepat retak.
1. Basahi Dinding Sebelum Plester
Dinding yang terlalu kering akan menyerap air dari adukan, sehingga campuran cepat mengeras dan retak. Membasahi dinding membantu menjaga proses pengerasan lebih stabil.
2. Gunakan Campuran Material yang Tepat
Pastikan perbandingan semen dan pasir seimbang. Campuran berkualitas membantu menciptakan plester yang padat dan tahan retak.
3. Aplikasikan Plester dalam Dua Tahap
Lapisan pertama untuk dasar, lapisan kedua untuk perataan. Metode bertahap ini membantu mengurangi risiko plester mengendur atau retak.
4. Hindari Plester di Bawah Terik Matahari
Terlalu panas membuat adukan cepat kering sebelum mengikat sempurna. Idealnya, bekerja saat suhu lebih sejuk.
5. Lakukan Perawatan Setelah Plester Mengering
Curing atau perawatan kelembapan selama beberapa hari sangat penting agar plester benar-benar kuat. Siram permukaan secara teratur untuk mencegah pengeringan terlalu cepat.
Penutup
Demikian adalah informasi mengenai kapan waktu plester dinding terbaik agar tidak retak. Melakukan plester pada waktu yang tepat tidak hanya mengurangi risiko retakan tetapi juga menghemat biaya perawatan jangka panjang.
Kami menyediakan jasa tukang yang membantu segala kebutuhan konstruksi kamu termasuk plester dindg anti retak dan hasil maksimal. Hubungi kami mellauj WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.

