Berbagai Manfaat Waterproofing pada Bangunan Rumah

Menerapkan sistem perlindungan rembesan pada struktur hunian merupakan langkah investasi untuk menjaga bangunan dalam jangka waktu panjang.
Di tengah kondisi iklim tropis dengan curah hujan tinggi, permukaan beton dan dinding bata sering kali terpapar kelembapan ekstrem yang memicu kerusakan.
Nah, berikut ini berbagai manfaat waterproofing pada bangunan rumah yaitu:
1. Menjaga Kekuatan Struktur Utama Bangunan
Manfaat paling penting adalah melindungi besi tulangan di dalam beton agar tidak bersentuhan langsung dengan air dan oksigen. Jika air merembes, besi akan mengalami korosi atau karatan yang menyebabkan beton pecah.
2. Mencegah Pertumbuhan Jamur dan Bakteri
Permukaan yang selalu lembap merupakan tempat favorit bagi jamur hitam dan lumut untuk tumbuh berkembang dengan pesat.
Keberadaan spora jamur pada dinding rumah bisa sangat mengganggu kesehatan pernapasan seluruh penghuninya.
3. Melindungi Cat dan Interior Rumah
Air yang meresap melalui dinding luar sering kali menyebabkan cat interior menjadi melepuh, mengelupas, atau muncul noda kecokelatan. Dengan sistem perlindungan yang baik, warna cat rumah akan bertahan jauh lebih lama.
4. Menghindari Kerusakan Barang Elektronik dan Furnitur
Kebocoran pada atap atau dak beton sering kali merusak perangkat elektronik sensitif dan furnitur kayu yang ada pada bawahnya.
Rembesan air yang mengenai instalasi kabel listrik juga bisa memicu hubungan arus pendek yang berbahaya.
5. Mengurangi Biaya Pemeliharaan Jangka Panjang
Meskipun memerlukan biaya di awal, pengaplikasian sistem pelindung air ini akan sangat menghemat pengeluaran perbaikan besar pada masa depan.
6. Meningkatkan Nilai Jual Properti
Kondisi bangunan yang kering, sangat terawat, dan bebas dari noda bocor akan meningkatkan harga jual rumah di pasaran. Calon pembeli biasanya sangat teliti dalam memeriksa jejak kebocoran pada area langit-langit.
7. Menambah Kenyamanan dan Ketenangan Pikiran
Penghuninya tidak perlu lagi merasa was-was atau sibuk menyiapkan wadah penampung air saat hujan deras melanda.
Rumah yang kedap air menciptakan suasana tinggal yang nyaman dan bebas dari gangguan bau lembap tidak sedap.
8. Membantu Efisiensi Energi di Dalam Ruangan
Beberapa jenis bahan pelapis memiliki kemampuan untuk memantulkan sinar matahari sehingga suhu permukaan dinding menjadi lebih rendah. Kondisi dinding yang sejuk akan meringankan beban kerja pendingin ruangan (AC).
Cara Pengaplikasian Waterproofing untuk Bangunan Agar Tahan Lama

Proses pengaplikasian pelapis anti bocor merupakan tahapan teknis yang sangat menentukan keberhasilan perlindungan jangka panjang pada rumah.
Meskipun telah memilih bahan yang paling mahal, hasil akhir tetap akan mengecewakan jika teknik pengerjaannya tidak melakukannya dengan teliti.
Nah, berikut ini ada beberapa cara mengaplikasikan waterproofing untuk bangunan agar tahan lama yaitu:
1. Membersihkan Permukaan Bidang Secara Total
Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan permukaan yang akan terlapisi benar-benar bersih dari debu, lumut, sampai sisa minyak.
Kotoran yang tertinggal akan menghalangi ikatan antara material pelapis dengan pori-pori beton.
2. Melakukan Perbaikan pada Retakan Struktur
Periksalah apakah terdapat retakan rambut atau lubang kecil pada permukaan dinding dan dak beton sebelum memulai proses pelapisan.
Tutuplah celah tersebut menggunakan semen instan atau sealant khusus agar cairan pelapis tidak terbuang masuk ke dalam lubang.
3. Memastikan Bidang dalam Kondisi Kering
Pastikan kadar air dalam beton sudah rendah sebelum mengoleskan bahan pelapis kimia pada atas permukaannya. Kelembapan yang terjebak pada bawah lapisan pelindung akan berubah menjadi uap saat terkena panas matahari, dan menyebabkan lapisannya menggelembung.
4. Mengoleskan Cairan Primer Sebagai Perekat
Gunakanlah cairan primer yang berfungsi sebagai pengikat antara permukaan semen lama dengan material pelapis baru yang jadi penggunaan.
5. Mengaplikasikan Lapisan Pertama Secara Tipis
Mulailah mengoleskan material pelapis secara merata dengan ketebalan tipis namun mampu menutup seluruh pori-pori permukaan bidang secara total.
Jangan langsung menuangkan bahan secara tebal karena hal tersebut bisa menyebabkan proses pengeringan menjadi tidak merata.
6. Menggunakan Teknik Olesan Menyilang
Aplikasikan lapisan kedua dengan arah olesan tegak lurus atau menyilang terhadap arah olesan pada lapisan pertama yang sudah kering.
7. Memperkuat Bagian Sudut dengan Serat Kasa
Pasangkanlah serat kain kasa atau fiber glass mesh pada bagian sudut ruangan serta pertemuan antara dinding dan lantai dak.
8. Memberikan Waktu Pengeringan yang Cukup
Biarkan seluruh lapisan pelindung air mengering secara total selama minimal 24 jam sebelum bidang tersebut menggunakannya lagi. Hindari menyiram air atau memberikan beban berat pada atas lapisan yang masih basah.
Berbagai Jenis dan Bahan Waterproofing untuk Bangunan

Memilih jenis material pelindung air yang sesuai dengan spesifikasi area bangunan merupakan faktor penentu keberhasilan sistem drainase dan ketahanan properti.
Tidak semua bahan pelapis memiliki karakteristik yang sama, karena setiap area seperti atap dak, kamar mandi, atau fondasi membutuhkan tingkat elastisitas berbeda.
Berikut ini ada berbagai jenis dan bahan waterproof untuk bangunan yaitu:
1. Waterproofing Jenis Coating (Cairan)
Jenis pertama ini berbahan dasar resin atau akrilik yang berbentuk cair dan sangat mudah mengaplikasikannya menggunakan kuas atau rol.
2. Waterproofing Berbahan Dasar Semen
Jenis ini terdiri dari campuran semen khusus dan polimer cair yang harus mengaduknya secara rata sebelum menggunakannya.
3. Waterproofing Membran Bakar (Bitumen)
Material ini berbentuk lembaran aspal yang pengaplikasiannya dengan cara memanaskan bagian bawahnya menggunakan api hingga menempel pada lantai.
4. Waterproofing Membran Tempel
Hampir mirip dengan membran bakar, namun jenis ini sudah memiliki perekat otomatis pada satu sisinya sehingga pemasangannya menjadi sangat praktis.
5. Waterproofing Jenis Polyurethane (PU)
Bahan ini merupakan pelapis cair premium yang memiliki tingkat elastisitas yang luar biasa tinggi. Keunggulannya adalah mampu menjembatani retakan rambut pada beton dan tetap fleksibel meskipun terkena perubahan suhu.
6. Waterproofing Jenis Bitumen Coating
Pelapis ini berbahan dasar aspal cair yang berfungsi sebagai penghalang uap air dan pelindung struktur bawah tanah. Biasanya digunakan pada bagian fondasi bangunan untuk mencegah kelembapan tanah meresap.
Penutup
Pemakaian dari waterproofing pada bangunan sendiri memberikan banyak manfaat tersendiri. Sehingga hal ini penting bagi para penghuni agar rumah senantiasa terlindungi.
Untuk pengaplikasiannya bisa menggunakan jasa tukang. Saat ini tersedia informasi menarik mengenai jasa tukang berkualitas tinggi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa tukang bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.

