Manfaat Waterproofing untuk Bangunan Rumah

Manfaat Waterproofing untuk Bangunan Rumah
Manfaat Waterproofing Pada Bangunan – Memiliki hunian yang kokoh dan bebas dari kebocoran merupakan impian setiap pemilik rumah.
Curah hujan yang tinggi sering kali menjadi tantangan besar bagi struktur bangunan yang kurang terlindungi secara maksimal.
Maka dari itu, dalam memahami manfaat waterproofing pada bangunan menjadi awal pencegahan penting untuk melakukannya. 
Investasi pada pelapis anti bocor bisa mencegah kerusakan interior yang sangat merugikan bagi anggaran keuangan. 
Sistem perlindungan air bukan hanya soal menutup lubang, melainkan menciptakan lapisan pelindung yang sangat kedap secara menyeluruh.
Kelembapan yang tinggi bisa memicu pertumbuhan jamur sangat membahayakan kesehatan pernapasan bagi seluruh penghuninya.
Melalui artikel ini akan menjelaskan berbagai manfaat waterproofing untuk bangunan yang menggunakannya. Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut.

Berbagai Manfaat Waterproofing pada Bangunan Rumah

Berbagai Manfaat Waterproofing pada Bangunan Rumah

Menerapkan sistem perlindungan rembesan pada struktur hunian merupakan langkah investasi untuk menjaga bangunan dalam jangka waktu panjang.

Di tengah kondisi iklim tropis dengan curah hujan tinggi, permukaan beton dan dinding bata sering kali terpapar kelembapan ekstrem yang memicu kerusakan.

Nah, berikut ini berbagai manfaat waterproofing pada bangunan rumah yaitu:

1. Menjaga Kekuatan Struktur Utama Bangunan

Manfaat paling penting adalah melindungi besi tulangan di dalam beton agar tidak bersentuhan langsung dengan air dan oksigen. Jika air merembes, besi akan mengalami korosi atau karatan yang menyebabkan beton pecah.

2. Mencegah Pertumbuhan Jamur dan Bakteri

Permukaan yang selalu lembap merupakan tempat favorit bagi jamur hitam dan lumut untuk tumbuh berkembang dengan pesat.

Keberadaan spora jamur pada dinding rumah bisa sangat mengganggu kesehatan pernapasan seluruh penghuninya.

3. Melindungi Cat dan Interior Rumah

Air yang meresap melalui dinding luar sering kali menyebabkan cat interior menjadi melepuh, mengelupas, atau muncul noda kecokelatan. Dengan sistem perlindungan yang baik, warna cat rumah akan bertahan jauh lebih lama.

4. Menghindari Kerusakan Barang Elektronik dan Furnitur

Kebocoran pada atap atau dak beton sering kali merusak perangkat elektronik sensitif dan furnitur kayu yang ada pada bawahnya.

Rembesan air yang mengenai instalasi kabel listrik juga bisa memicu hubungan arus pendek yang berbahaya.

5. Mengurangi Biaya Pemeliharaan Jangka Panjang

Meskipun memerlukan biaya di awal, pengaplikasian sistem pelindung air ini akan sangat menghemat pengeluaran perbaikan besar pada masa depan.

6. Meningkatkan Nilai Jual Properti

Kondisi bangunan yang kering, sangat terawat, dan bebas dari noda bocor akan meningkatkan harga jual rumah di pasaran. Calon pembeli biasanya sangat teliti dalam memeriksa jejak kebocoran pada area langit-langit.

7. Menambah Kenyamanan dan Ketenangan Pikiran

Penghuninya tidak perlu lagi merasa was-was atau sibuk menyiapkan wadah penampung air saat hujan deras melanda.

Rumah yang kedap air menciptakan suasana tinggal yang nyaman dan bebas dari gangguan bau lembap tidak sedap.

8. Membantu Efisiensi Energi di Dalam Ruangan

Beberapa jenis bahan pelapis memiliki kemampuan untuk memantulkan sinar matahari sehingga suhu permukaan dinding menjadi lebih rendah. Kondisi dinding yang sejuk akan meringankan beban kerja pendingin ruangan (AC).

Cara Pengaplikasian Waterproofing untuk Bangunan Agar Tahan Lama

Cara Pengaplikasian Waterproofing untuk Bangunan Agar Tahan Lama

Proses pengaplikasian pelapis anti bocor merupakan tahapan teknis yang sangat menentukan keberhasilan perlindungan jangka panjang pada rumah.

Meskipun telah memilih bahan yang paling mahal, hasil akhir tetap akan mengecewakan jika teknik pengerjaannya tidak melakukannya dengan teliti.

Nah, berikut ini ada beberapa cara mengaplikasikan waterproofing untuk bangunan agar tahan lama yaitu:

1. Membersihkan Permukaan Bidang Secara Total

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan permukaan yang akan terlapisi benar-benar bersih dari debu, lumut, sampai sisa minyak.

Kotoran yang tertinggal akan menghalangi ikatan antara material pelapis dengan pori-pori beton.

2. Melakukan Perbaikan pada Retakan Struktur

Periksalah apakah terdapat retakan rambut atau lubang kecil pada permukaan dinding dan dak beton sebelum memulai proses pelapisan.

Tutuplah celah tersebut menggunakan semen instan atau sealant khusus agar cairan pelapis tidak terbuang masuk ke dalam lubang.

3. Memastikan Bidang dalam Kondisi Kering

Pastikan kadar air dalam beton sudah rendah sebelum mengoleskan bahan pelapis kimia pada atas permukaannya. Kelembapan yang terjebak pada bawah lapisan pelindung akan berubah menjadi uap saat terkena panas matahari, dan menyebabkan lapisannya menggelembung.

4. Mengoleskan Cairan Primer Sebagai Perekat

Gunakanlah cairan primer yang berfungsi sebagai pengikat antara permukaan semen lama dengan material pelapis baru yang jadi penggunaan.

5. Mengaplikasikan Lapisan Pertama Secara Tipis

Mulailah mengoleskan material pelapis secara merata dengan ketebalan tipis namun mampu menutup seluruh pori-pori permukaan bidang secara total.

Jangan langsung menuangkan bahan secara tebal karena hal tersebut bisa menyebabkan proses pengeringan menjadi tidak merata.

6. Menggunakan Teknik Olesan Menyilang

Aplikasikan lapisan kedua dengan arah olesan tegak lurus atau menyilang terhadap arah olesan pada lapisan pertama yang sudah kering.

7. Memperkuat Bagian Sudut dengan Serat Kasa

Pasangkanlah serat kain kasa atau fiber glass mesh pada bagian sudut ruangan serta pertemuan antara dinding dan lantai dak.

8. Memberikan Waktu Pengeringan yang Cukup

Biarkan seluruh lapisan pelindung air mengering secara total selama minimal 24 jam sebelum bidang tersebut menggunakannya lagi. Hindari menyiram air atau memberikan beban berat pada atas lapisan yang masih basah.

Berbagai Jenis dan Bahan Waterproofing untuk Bangunan

Berbagai Jenis dan Bahan Waterproofing untuk Bangunan

Memilih jenis material pelindung air yang sesuai dengan spesifikasi area bangunan merupakan faktor penentu keberhasilan sistem drainase dan ketahanan properti.

Tidak semua bahan pelapis memiliki karakteristik yang sama, karena setiap area seperti atap dak, kamar mandi, atau fondasi membutuhkan tingkat elastisitas berbeda.

Berikut ini ada berbagai jenis dan bahan waterproof untuk bangunan yaitu:

1. Waterproofing Jenis Coating (Cairan)

Jenis pertama ini berbahan dasar resin atau akrilik yang berbentuk cair dan sangat mudah mengaplikasikannya menggunakan kuas atau rol.

2. Waterproofing Berbahan Dasar Semen

Jenis ini terdiri dari campuran semen khusus dan polimer cair yang harus mengaduknya secara rata sebelum menggunakannya.

3. Waterproofing Membran Bakar (Bitumen)

Material ini berbentuk lembaran aspal yang pengaplikasiannya dengan cara memanaskan bagian bawahnya menggunakan api hingga menempel pada lantai.

4. Waterproofing Membran Tempel

Hampir mirip dengan membran bakar, namun jenis ini sudah memiliki perekat otomatis pada satu sisinya sehingga pemasangannya menjadi sangat praktis.

5. Waterproofing Jenis Polyurethane (PU)

Bahan ini merupakan pelapis cair premium yang memiliki tingkat elastisitas yang luar biasa tinggi. Keunggulannya adalah mampu menjembatani retakan rambut pada beton dan tetap fleksibel meskipun terkena perubahan suhu.

6. Waterproofing Jenis Bitumen Coating

Pelapis ini berbahan dasar aspal cair yang berfungsi sebagai penghalang uap air dan pelindung struktur bawah tanah. Biasanya digunakan pada bagian fondasi bangunan untuk mencegah kelembapan tanah meresap.

Penutup

Pemakaian dari waterproofing pada bangunan sendiri memberikan banyak manfaat tersendiri. Sehingga hal ini penting bagi para penghuni agar rumah senantiasa terlindungi.

Untuk pengaplikasiannya bisa menggunakan jasa tukang. Saat ini tersedia informasi menarik mengenai jasa tukang berkualitas tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa tukang bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.