Tips Mudah dalam Merawat Dak Beton Rumah Lama

Menjaga kondisi struktur atap tetap kokoh merupakan tantangan tersendiri bagi pemilik hunian yang sudah berusia cukup tua setiap harinya.
Seiring berjalannya waktu, material konstruksi akan mengalami penurunan kualitas akibat perubahan cuaca yang dinamis.
Maka dari itu, berikut ini ada beberapa tips tersendiri yang mudah dalam perawatan dak beton rumah lama yaitu:
1. Membersihkan Sampah dan Debu Secara Rutin
Langkah pertama adalah menyapu seluruh permukaan dak beton dari tumpukan debu, pasir, maupun daun kering. Kotoran yang menumpuk bisa menyimpan kelembapan yang tinggi sehingga mempercepat pelapukan semennya.
2. Melakukan Inspeksi Retakan Setiap 6 Bulan
Harus rajin memeriksa seluruh sudut permukaan beton untuk menemukan adanya retakan rambut yang baru saja muncul.
Retakan sekecil apa pun merupakan jalan masuk bagi air hujan untuk meresap ke dalam struktur bangunan.
3. Memastikan Kemiringan Dak Mengarah ke Saluran Air
Periksalah apakah posisi lantai dak masih memiliki kemiringan yang tepat menuju lubang pembuangan air tersedia. Pastikan tidak ada area yang menjadi pusat genangan agar beton tidak cepat mengalami pengeroposan.
4. Menggunakan Lapisan Waterproofing Berkualitas
Lapisilah permukaan dak beton dengan cat kedap air yang tahan terhadap sinar ultraviolet secara merata dan tebal. Lapisan ini berfungsi sebagai tameng utama yang melindungi beton dari kontak langsung dengan air hujan.
5. Membersihkan Saluran Drainase (Floor Drain)
Pastikan lubang pembuangan air tidak tersumbat oleh sampah plastik atau kotoran yang bisa menghambat aliran air ke bawah.
Saluran air yang macet akan menyebabkan beban airnya pada atas dak menjadi sangat berat dan membahayakan strukturnya.
6. Membasmi Pertumbuhan Lumut dan Tanaman Liar
Segera gunakan cairan pembasmi jika melihat adanya lumut atau bibit tanaman yang mulai tumbuh di sela beton. Menjaga permukaan tetap bersih dari vegetasi liar akan menjaga kepadatan material semen.
7. Memberikan Lapisan Pelindung Panas (Heat Coating)
Gunakanlah cat pelapis yang mampu memantulkan panas matahari agar suhu beton tidak meningkat secara sangat ekstrem.
Suhu panas yang berlebihan bisa memicu proses muai susut yang sangat cepat sehingga beton menjadi mudah retak.
8. Menghindari Penggunaan Dak Sebagai Gudang Barang
Jangan meletakkan barang-barang berat seperti tumpukan kayu atau besi bekas pada atas dak beton yang sudah tua.
Bagaimana Cara untuk Menghentikan Kebocoran pada Langit-Langit Beton?

Mengatasi masalah rembesan air pada atap beton yang sudah menua memerlukan penanganan teknis yang sangat tepat agar kerusakan tidak menjalar ke bagian interior rumah.
Para pemilik hunian sering kali merasa panik saat melihat flek air atau tetesan muncul dari langit-langit, karena hal ini menandakan adanya jalur air yang terbuka.
Lantas, bagaimana cara untuk menghentikan kebocoran pada langit-langit beton?
1. Mengidentifikasi Titik Pusat Kebocoran
Langkah pertama yang harus melakukannya adalah mencari lokasi tepat di mana air mulai masuk dengan melakukan pengetesan airnya pada bagian atas dak.
2. Membersihkan Area Sekitar Retakan
Kupaslah lapisan cat lama serta bersihkan lumut yang menempel pada area retakan menggunakan sikat kawat hingga permukaan beton terlihat bersih.
Debu dan kotoran yang tersisa akan menghambat daya rekat material penambal baru.
3. Memperlebar Celah Retakan (Grooving)
Gunakanlah pahat atau mesin gerinda untuk memperlebar celah retakan menjadi bentuk huruf V agar material pengisi bisa masuk sangat dalam.
4. Mengaplikasikan Cairan Injeksi Beton (Epoxy Injection)
Gunakan metode injeksi kimia atau cairan epoxy khusus yang menyuntikkannya langsung ke dalam retakan struktur beton.
Cairan ini akan mengalir mengisi setiap celah terkecil dan kemudian mengeras untuk mengembalikan kekuatannya.
5. Menggunakan Semen Instan Anti Rembes
Tutuplah celah yang sudah membersihkannya menggunakan adukan semen instan berkualitas tinggi, yang memiliki sifat cepat mengeras dan kedap air.
6. Memasang Serat Kasa Fiber (Fiber Mesh)
Tempelkanlah serat kasa fiber pada area sambungan atau retakan saat mengaplikasikan lapisan pelindung air guna meningkatkan kekuatan daya tariknya.
7. Melapisi dengan Waterproofing Berbasis Poliuretan
Gunakanlah material pelapis kedap air berbahan dasar poliuretan yang sangat fleksibel untuk memberikan perlindungan akhir pada seluruh permukaan daknya.
8. Memperbaiki Kemiringan dan Saluran Pembuangan
Lakukanlah perataan ulang pada permukaan dak menggunakan adukan semen baru untuk memastikan air selalu mengalir lancar menuju lubang drainase.
Berbagai Penyebab Dak Beton Rumah Lama Mengalami Kebocoran

Memahami akar permasalahan merupakan langkah paling penting, sebelum mulai melakukan perbaikan besar pada struktur atap hunian yang sudah mulai menua.
Dak beton pada bangunan tua sering kali menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang sangat nyata. Berikut ini ada berbagai penyebab dak beton rumah lama yang mengalami kebocoran yaitu:
1. Paparan Sinar Matahari dan Perubahan Cuaca Ekstrem
Penyebab pertama adalah radiasi sinar ultraviolet yang sangat panas menyebabkan beton mengalami proses pemuaian dan penyusutan secara terus-menerus.
Seiring berjalannya waktu, siklus panas dan dingin yang sangat drastis ini akan memicu munculnya retakan.
2. Kualitas Campuran Material Semen yang Rendah
Banyak bangunan lama membangunnya menggunakan takaran adukan semen, pasir, dan kerikil yang kurang presisi atau tidak memenuhi standar.
3. Pertumbuhan Akar Tanaman Liar dan Lumut
Benih tanaman yang terbawa angin sering kali jatuh dan tumbuh subur pada celah-celah kecil permukaan dak beton yang sangat lembap.
4. Terjadinya Genangan Air Akibat Drainase Buruk
Permukaan dak beton yang tidak miring sempurna akan menyebabkan air hujan terjebak dan membentuk genangan pada titik tertentu.
5. Korosi pada Tulangan Besi Dalam Beton
Rembesan air yang mencapai bagian dalam beton akan menyebabkan besi tulangan mengalami karatan atau oksidasi yang sangat merusak kekuatannya.
Jadi, kebocoran bukan hanya merusak estetika saja tetapi juga mengancam keselamatan struktur bangunan.
6. Getaran dari Lingkungan Sekitar Bangunan
Getaran yang berasal dari aktivitas kendaraan berat di jalan raya maupun aktivitas konstruksi tetangga bisa memengaruhi stabilitas dak betonnya.
7. Lapisan Waterproofing yang Sudah Kedaluwarsa
Banyak pemilik rumah lupa bahwa bahan pelapis kedap air memiliki masa pakai terbatas yang biasanya hanya bertahan beberapa tahun saja.
8. Beban Statis yang Melebihi Kapasitas Struktur
Meletakkan benda-benda berat seperti tandon air besar atau gudang barang pada atas dak beton tua bisa memicu keretakan. Tekanan tersebut mengakibatkan lendutan pada lantai beton yang memicu munculnya celah bocor baru.
Penutup
Merawat dak beton pada rumah lama sangat penting untuk menjaga ketahanannya dalam waktu lama. Agar perawatan bisa sangat maksimal, maka perlu meggunakan jasa tukang terbaik.
Saat ini tersedia informasi menarik mengenai jasa tukang yang mampu memasang wall panel 3D, memasang lis plafon, pemasangan atap, pembersihan maupun pemasangan tandon, dan lain-lain.

