Cara Mudah Menghitung Kebutuhan Semen Bangunan

Memahami perkiraan material secara mendalam merupakan langkah strategis agar anggaran renovasi tidak membengkak akibat kesalahan pemesanan barang.
Banyak orang sering kali merasa bingung saat menentukan berapa banyak sak semen yang harus dibeli untuk menyelesaikan bangunannya.
Nah, berikut ini ada beberapa cara mudah dalam menghitung kebutuhan semen bangunan yaitu:
1. Menghitung Luas Bidang Pekerjaan
Langkah awal yang paling mendasar adalah mengukur panjang dan tinggi dinding yang akan mengerjakannya menggunakan meteran.
Kalikan kedua angka tersebut untuk mendapatkan satuan meter persegi yang menjadi acuan utama dalam menentukan volume total materialnya.
2. Menentukan Ketebalan Adukan Semen
Wajib menetapkan ketebalan lapisan semen yang akan jadi penggunaan, baik untuk plesteran dinding maupun untuk dasar lantai.
Biasanya, standar ketebalan plesteran yang ideal adalah sekitar 15 mm guna menjamin kekuatan rekatnya.
3. Menghitung Volume Total Adukan
Gunakan rumus volume sederhana dengan mengalikan luas bidang meter persegi dengan angka ketebalan yang sudah jadi penentuan.
Hasil dari perkalian ini akan memberikan angka dalam satuan meter kubik yang menunjukkan total kapasitas ruangan.
4. Menetapkan Rasio Campuran Material
Harus memilih perbandingan campuran yang sesuai dengan fungsi struktur, misalnya perbandingan 1 bagian semen dan 4 bagian pasir.
Rasio 1:4 merupakan standar umum untuk dinding bata agar memiliki daya tahan terhadap cuaca.
5. Mengonversi Volume ke Satuan Berat
Ubahlah angka volume meter kubik tersebut ke dalam satuan kilogram dengan mengacu pada koefisien berat jenis semen yang berlaku.
Langkah konversi ini penting karena semen pada toko dijual berdasarkan satuan berat per sak.
6. Membagi Total Berat dengan Isi per Sak
Bagilah total berat semen yang sudah menghitungnya dengan berat satu kantong semen yang biasanya berukuran 40 kg.
Hasil pembagian ini akan memberikan angka bulat mengenai berapa banyak sak semen yang harus memesannya ke toko bangunan.
7. Menambahkan Faktor Kehilangan
Berikan tambahan jumlah sekitar 5 hingga 10% dari hasil perhitungan akhir sebagai cadangan untuk material yang tercecer.
Penambahan faktor waste ini akan menjamin pekerjaan tetap berjalan meskipun ada sedikit material yang terbuang.
Tips Memilih Semen Bangunan yang Berkualitas Tinggi

Memilih material perekat yang tepat merupakan fondasi utama dalam menciptakan bangunan kokoh, aman, dan memiliki daya tahan jangka panjang.
Kualitas semen yang jadi penggunaan akan sangat menentukan apakah dinding tersebut akan mengalami retak rambut atau tetap mulus selama jangka lama.
Berikut ini ada beberapa tips dalam memilih semen bangunan yang berkualitas tinggi yaitu:
1. Memastikan Adanya Logo Standar Nasional Indonesia (SNI)
Periksa apakah pada kemasan semen terdapat logo SNI yang resmi dari lembaga standarisasi pemerintah. Tanda SNI menjamin bahwa produk tersebut telah melewati berbagai uji laboratorium.
2. Memperhatikan Tanggal Kedaluwarsa dan Produksi
Harus selalu mengecek tanggal produksi yang tertera pada karung semen untuk memastikan material tersebut masih dalam kondisi segar.
Semen memiliki masa simpan yang terbatas karena sifatnya yang sensitif terhadap kelembapan udara.
3. Mengecek Tekstur dan Kelembutan Butiran Semen
Cobalah untuk menyentuh atau meraba sedikit bubuk semennya. Semen berkualitas tinggi akan terasa halus dan lembut seperti debu.
4. Mengamati Konsistensi Warna Abu-Abu
Perhatikan warna dari bubuk semen tersebut. Semen yang bagus umumnya memiliki warna abu-abu yang merata serta tidak memiliki bercak warna lain.
5. Memeriksa Kondisi Kemasan atau Kantong
Pastikan karung semen dalam keadaan utuh, tidak robek, serta tidak ada bekas rembesan air pada bagian luar maupun dalam kemasannya.
6. Mengetahui Waktu Pengerasan
Pilihlah semen yang memiliki waktu pengerasan yang stabil, yakni tidak terlalu cepat kering namun juga tidak terlalu lambat saat pengaplikasiannya.
Semen yang mengeras terlalu cepat cenderung mudah mengalami keretakan, sementara yang terlalu lambat akan menghambat produktivitas tukang.
7. Memilih Merek dengan Reputasi yang Terpercaya
Gunakanlah merek semen yang sudah memiliki rekam jejak panjang serta telah banyak menggunakannya untuk proyek-proyek infrastruktur besar.
Teknik Menggunakan Semen pada Bangunan Agar Tahan Lama

Penerapan teknik aplikasi material yang benar merupakan kunci utama agar struktur bangunan tersebut memiliki kekuatan maksimal.
Bahkan dengan teknik yang benar mampu terhindar dari masalah klasik seperti dinding retak atau plesteran yang mudah rontok. Nah, berikut ini ada beberapa teknik menggunakan semen pada bangunan agar tahan lama yaitu:
1. Melakukan Pencampuran secara Homogen
Pastikan bahwa semen, pasir, dan agregat tercampur dalam keadaan kering hingga warnanya benar-benar merata. Proses pengadukan yang tidak sempurna akan menyebabkan adanya bagian adukan yang kekurangan semen.
2. Menggunakan Air Bersih dengan Takaran Pas
Selalu gunakan air tawar yang bersih serta bebas dari kandungan minyak, asam, maupun zat organik yang bisa merusak reaksi kimia semennya.
Hindarilah penggunaan air yang terlalu banyak karena adukan terlalu encer akan menurunkan kekuatan tekannya.
3. Membasahi Bidang Kerja (Curing Awal)
Harus menyiramkan air pada permukaan bata atau beton lama sebelum mulai menempelkan adukan semen yang baru.
Pembasahan awal akan menciptakan ikatan yang jauh lebih sangat kuat antara material lama dengan lapisan baru.
4. Memperhatikan Urutan Pengacian Dinding
Lakukanlah proses pengacian hanya setelah lapisan plesteran sudah benar-benar kering dan menyusut secara alami.
Terlalu cepat melakukan pengacian pada plesteran yang masih basah akan mengakibatkan uap air terjebak sehingga acian menjadi mudah terkelupas.
5. Menghindari Penggunaan Semen yang Mulai Mengeras
Jangan pernah mencoba mencampur kembali adukan semen yang sudah mulai mengeras dengan menambahkan air lagi agar bisa menggunakannya lagi.
6. Melakukan Perawatan Beton (Curing) Berkala
Siramlah atau percikkan air pada permukaan semen yang sudah mengeras selama beberapa hari berturut-turut untuk menjaga kelembapannya.
7. Menggunakan Alat Takaran yang Konsisten
Gunakanlah wadah takaran yang pasti seperti ember atau kotak kayu dan hindari penggunaan takaran “perasaan” saat mencampur materialnya.
8. Membersihkan Area Kerja dari Kotoran
Pastikan area yang akan disemen dalam kondisi yang sangat bersih dari debu, sisa cat lama, ataupun lumut yang bisa menghambat daya rekatnya.
Penutup
Mengetahui cara menghitung kebutuhan semen bangunan merupakan kunci keberhasilan dari konstruksi yang efisien. Jasa tukang biasanya lebih memahami perhitungan pada semen bangunan agar tidak terbuang sia-sia.
Saat ini tersedia informasi menarik mengenai jasa tukang yang mampu memasang wall panel 3D, memasang lis plafon, pemasangan atap, pembersihan maupun pemasangan tandon, dan lain-lain.

