Cara Plester Dinding Batako Presisi – Membangun dinding dari batako memang terlihat sederhana, namun kenyataannya butuh ketelitian tinggi agar hasilnya rapi dan kuat. Salah satu tahapan penting adalah plester dinding batako. Nah, untuk menghasilkan dinding yang halus, kuat, dan tidak miring, dibutuhkan teknik khusus yang disebut Cara Plester Dinding Batako Presisi. Dengan cara ini, permukaan dinding akan terlihat rata, kokoh, serta tahan terhadap retakan di masa depan.
Plester yang dilakukan dengan cara presisi bukan hanya memperindah tampilan, tetapi juga melindungi struktur bangunan dari rembesan air dan kerusakan akibat cuaca. Untuk kamu yang ingin tahu bagaimana cara melakukannya dengan benar, berikut panduan lengkap yang bisa kamu ikuti.
Cara Plester Dinding Batako Presisi

Langkah pertama dalam Cara Plester Dinding Batako Presisi adalah memastikan dinding dalam kondisi bersih dan kuat. Sebelum mulai, pastikan sisa semen atau debu yang menempel sudah dibersihkan. Ini penting agar adukan plester bisa menempel sempurna pada permukaan batako.
1.Persiapkan Bahan Dan Alat Yang Tepat.
Gunakan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:4. Pastikan adukan tidak terlalu encer agar tidak mudah terlepas saat diaplikasikan. Alat yang biasa digunakan antara lain cetok, mistar aluminium, benang ukur, dan waterpass.
2. Buat Garis Patokan Atau Benang Lurus.
Langkah ini bertujuan agar plesteran tidak miring. Pasang benang di sisi atas dan bawah dinding untuk memastikan tingkat kerataan. Gunakan waterpass agar posisi plester tetap lurus dari bawah ke atas.
3. Aplikasikan Adukan Secara Merata.
Cetok untuk menempelkan adukan ke permukaan batako dari bawah ke atas. Ratakan adukan dengan mistar aluminium sambil mengikuti garis benang patokan. Teknik ini menjadi kunci utama dalam Cara Plester Dinding Batako Presisi agar hasilnya halus dan tidak bergelombang.
4. Biarkan Setengah Kering Sebelum Dirapikan.
Setelah adukan menempel, diamkan beberapa menit hingga setengah kering. Gunakan roskam kayu atau spons basah untuk merapikan dan menghaluskan permukaannya. Proses ini akan membuat hasil plester terlihat rata dan profesional.
Tips Tambahan Agar Plester Tidak Miring Dan Retak

Selain teknik dasar di atas, ada beberapa tips penting agar dinding tidak hanya presisi, tapi juga kuat dan tahan lama.
1. Gunakan Campuran Semen dan Pasir yang Tepat
Campuran adukan adalah kunci utama agar plesteran tidak mudah retak atau mengelupas. Gunakan perbandingan 1 bagian semen dan 4 bagian pasir. Pastikan pasir yang digunakan bersih dari tanah, lumpur, dan kerikil agar daya rekatnya maksimal. Campuran yang terlalu encer membuat plester mudah terkelupas, sedangkan yang terlalu kental sulit diratakan.
2. Basahi Permukaan Batako Sebelum Dikerjakan
Sebelum memulai plester, basahi permukaan batako menggunakan air bersih. Langkah ini penting untuk mengurangi daya serap air dari batako. Jika dinding terlalu kering, adukan plester bisa cepat kehilangan kelembapan dan menyebabkan retak rambut setelah mengering.
3. Gunakan Benang Ukur dan Waterpass
Agar plester tidak miring, pasang benang lurus di bagian atas dan bawah dinding sebagai panduan. Gunakan juga waterpass untuk mengecek tingkat kerataan secara vertikal maupun horizontal. Langkah sederhana ini memastikan hasil plester tetap presisi dari bawah sampai ke atas.
4. Buat Patokan Ketebalan Plester
Sebelum mulai memplester, buat patokan atau garis acuan di beberapa titik dinding. Ketebalan ideal plester adalah 1,5 hingga 2 cm. Jika terlalu tebal, risiko retak meningkat karena beban plester lebih berat. Sebaliknya, jika terlalu tipis, dinding menjadi tidak rata dan daya rekat berkurang.
5. Hindari Plester di Dinding yang Masih Basah
Dinding batako yang baru selesai dipasang sebaiknya tidak langsung diplester. Tunggu minimal 7–14 hari agar semen batako benar-benar mengering. Jika masih lembap, uap air dari dalam dinding akan terperangkap dan menyebabkan plester mengelupas atau retak di kemudian hari.
6. Lakukan Perataan Secara Bertahap
Jangan langsung menempelkan adukan dalam jumlah banyak. Sebaiknya, plester dilakukan bertahap dari bagian bawah ke atas dengan gerakan rata dan konsisten. Setelah setengah kering, ratakan kembali menggunakan mistar aluminium atau roskam kayu agar hasilnya lebih halus dan merata.
7. Lakukan Perawatan Setelah Plester Kering
Setelah selesai diplester, lakukan penyiraman ringan selama 2–3 hari berturut-turut. Tujuannya adalah menjaga kelembapan agar proses pengerasan berjalan sempurna. Dengan cara ini, plester menjadi lebih kuat dan tidak mudah retak karena perubahan suhu.
8. Gunakan Bahan Tambahan Perekat (Opsional)
Jika ingin hasil lebih maksimal, kamu bisa menambahkan bahan aditif atau lem perekat semen pada campuran plester. Bahan ini membantu meningkatkan daya lekat dan mencegah retakan akibat penyusutan saat kering.
Gunakan Jasa Tukang Profesional untuk Hasil Maksimal

Meskipun kamu bisa mencoba sendiri, namun hasil Cara Plester Dinding Batako Presisi akan jauh lebih optimal jika dikerjakan oleh tukang yang berpengalaman. Tukang profesional memahami detail kecil seperti komposisi campuran, waktu pengeringan, hingga teknik perataan yang sempurna.
Selain itu, pekerjaan yang dilakukan dengan tenaga ahli juga bisa menghemat waktu dan bahan bangunan. Kamu tidak perlu khawatir soal hasil akhir karena semuanya dikerjakan dengan standar terbaik.
Kalau kamu sedang membangun rumah, ruko, atau bangunan komersial, jangan ragu untuk menggunakan jasa tukang kami yang profesional. Tim kami sudah berpengalaman mengerjakan berbagai proyek dengan hasil yang rapi, kuat, dan tahan lama.
Hubungi admin marketing kami sekarang dan dapatkan hasil plester dinding presisi tanpa repot dengan klik tombol berikut ini!
Kesimpulan
Cara Plester Dinding Batako Presisi Anti Miring bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal ketelitian dan pemilihan bahan yang tepat. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menghasilkan dinding yang halus, kuat, serta tampak profesional. Namun, jika ingin hasil yang benar-benar maksimal tanpa repot, mempercayakan pekerjaan ini kepada tukang profesional adalah pilihan terbaik.

