Tips Membuat Lantai Semen Garasi Mobil – Garasi bukan sekadar tempat parkir kendaraan. Area ini harus kuat menopang beban mobil setiap hari, bahkan dalam jangka waktu bertahun-tahun. Sayangnya, banyak lantai garasi yang cepat retak, ambles, atau berdebu karena proses pembuatannya kurang tepat.
Kalau kamu sedang membangun atau merenovasi rumah, penting sekali memahami tips membuat lantai semen garasi mobil tahan beban berat agar hasilnya awet dan tidak mudah rusak. Yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini
Persiapan Dasar Sebelum Pengecoran Lantai Garasi

Persiapan dasar sebelum pengecoran lantai garasi sangat menentukan kekuatan dan ketahanan beton. Jika tahap awal ini dilakukan dengan benar, risiko retak, ambles, atau bergelombang dapat diminimalkan. Oleh karena itu, setiap langkah perlu diperhatikan secara detail agar hasil akhir lebih maksimal.
1. Pembersihan Area Kerja
Pertama, area garasi harus dibersihkan dari sampah, akar tanaman, dan batu besar. Tanah yang kotor dapat mengganggu daya rekat beton. Selain itu, sisa material organik bisa membusuk dan menyebabkan rongga di bawah lantai. Karena itu, permukaan tanah perlu dipastikan benar-benar bersih sebelum proses berikutnya dilakukan.
2. Penggalian dan Perataan Tanah
Selanjutnya, lakukan penggalian sesuai ketebalan lantai yang direncanakan. Umumnya, lantai garasi memiliki ketebalan minimal 10–15 cm. Namun demikian, kedalaman galian juga harus mempertimbangkan lapisan urug dan pasir. Setelah digali, tanah harus diratakan agar tidak terjadi perbedaan elevasi.
3. Pemadatan Tanah Dasar
Tahap ini sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Tanah yang tidak dipadatkan dengan baik dapat menyebabkan lantai ambles. Oleh sebab itu, gunakan alat pemadat seperti stamper atau baby roller. Dengan pemadatan yang optimal, beban kendaraan akan tersebar lebih merata.
Biasanya, tanah dipadatkan hingga benar-benar keras dan stabil. Proses ini dilakukan agar struktur bawah mampu menopang beton dalam jangka panjang.
4. Pemasangan Lapisan Pasir Urug
Setelah tanah padat, tambahkan lapisan pasir urug setebal 5–10 cm. Lapisan ini berfungsi sebagai perata tambahan sekaligus membantu distribusi beban. Selain itu, pasir urug dapat mengurangi tekanan langsung pada tanah asli. Dengan demikian, daya tahan lantai akan meningkat.
Pasir kemudian diratakan dan dipadatkan kembali agar tidak terjadi penurunan setelah pengecoran dilakukan.
5. Pemasangan Plastik Cor atau Lapisan Kedap Air
Langkah berikutnya adalah memasang plastik cor di atas pasir urug. Plastik ini berfungsi sebagai lapisan penghalang uap air dari tanah. Jika kelembapan naik ke permukaan, beton bisa cepat rusak. Oleh karena itu, lapisan ini membantu menjaga kualitas lantai tetap kering dan kuat.
Biasanya, plastik dipasang secara menyeluruh tanpa celah agar perlindungan lebih maksimal.
6. Pemasangan Tulangan Besi atau Wiremesh
Sebelum beton dituangkan, tulangan besi atau wiremesh perlu dipasang. Material ini berfungsi memperkuat struktur beton terhadap beban berat. Selain itu, risiko retak akibat tekanan dapat dikurangi secara signifikan.
Posisi tulangan harus berada di tengah ketebalan beton. Dengan penempatan yang tepat, kekuatan tarik dan tekan akan seimbang.
7. Pembuatan Bekisting dan Kemiringan
Terakhir, pasang bekisting di sekeliling area pengecoran. Bekisting berfungsi menjaga bentuk dan batas lantai. Selain itu, pastikan dibuat kemiringan sekitar 1–2 persen. Tujuannya agar air tidak menggenang di permukaan garasi.
Kemiringan yang tepat akan membantu aliran air menuju saluran pembuangan. Dengan begitu, lantai lebih awet dan tidak mudah lembap.
Tips Membuat Lantai Semen Garasi Mobil

Membuat lantai garasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, lantai harus mampu menahan beban kendaraan setiap hari. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan teknik yang tepat agar hasilnya kuat dan tahan lama. Berikut penjelasan lengkap mengenai tips membuat lantai semen garasi mobil yang bisa Anda terapkan.
1. Tentukan Ketebalan Lantai yang Ideal
Pertama, perhatikan ketebalan lantai semen. Untuk garasi mobil, ketebalan minimal yang disarankan adalah 10–12 cm. Namun, jika kendaraan berukuran besar sering digunakan, ketebalan bisa ditambah hingga 15 cm. Dengan ketebalan yang cukup, beban mobil akan tersebar merata dan risiko retak dapat diminimalkan.
2. Lakukan Pemadatan Tanah Dasar
Sebelum pengecoran, tanah dasar harus dipadatkan terlebih dahulu. Tanah yang masih gembur dapat menyebabkan lantai ambles. Oleh sebab itu, gunakan alat pemadat seperti stamper agar hasilnya lebih optimal. Selain itu, tambahkan lapisan pasir urug setebal 5–10 cm untuk membantu distribusi beban.
3. Gunakan Tulangan Besi atau Wiremesh
Agar lantai lebih kokoh, gunakan tulangan besi atau wiremesh. Material ini berfungsi memperkuat struktur beton dari dalam. Dengan adanya tulangan, tekanan beban berat dapat ditahan dengan lebih stabil. Biasanya, wiremesh tipe M6 atau M8 digunakan untuk lantai garasi rumah.
4. Perhatikan Komposisi Adukan Semen
Komposisi adukan sangat menentukan kekuatan lantai. Umumnya, perbandingan yang digunakan adalah 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian kerikil. Namun demikian, untuk hasil lebih kuat, Anda bisa menggunakan mutu beton yang lebih tinggi seperti K-250. Selain itu, gunakan air secukupnya agar adukan tidak terlalu encer.
5. Buat Kemiringan yang Tepat
Selanjutnya, pastikan lantai memiliki kemiringan sekitar 1–2 persen. Tujuannya agar air tidak menggenang di permukaan. Genangan air dapat menyebabkan lantai cepat rusak. Dengan kemiringan yang tepat, aliran air akan lebih lancar dan lantai lebih awet.
6. Lakukan Finishing dengan Rapi
Setelah pengecoran selesai, ratakan permukaan menggunakan jidar atau alat perata. Kemudian, lakukan finishing dengan roskam agar hasilnya halus. Jika ingin tampilan lebih modern, Anda bisa menambahkan lapisan epoxy atau floor hardener setelah beton mengering.
7. Jangan Lupakan Proses Curing
Terakhir, lakukan curing atau perawatan beton. Permukaan lantai perlu dijaga tetap lembap selama minimal 7 hari. Proses ini membantu beton mencapai kekuatan maksimal. Jika tahap ini diabaikan, lantai bisa lebih mudah retak.
Kesimpulan
Tips Membuat Lantai Semen Garasi Mobil harus diterapkan secara menyeluruh sejak tahap persiapan hingga finishing. Ketebalan lantai, pemadatan tanah, penggunaan tulangan, serta komposisi adukan sangat menentukan hasil akhir
Ingin hasil lantai garasi lebih presisi dan tahan lama? Percayakan pada Jasa Tukang profesional melalui admin marketing kami dengan klik tombol berikut ini.

