Bagaimana Plester Tembok agar Tidak Melengkung?

Bagaimana Plester Tembok agar Tidak Melengkung?
Bagaimana Plester Tembok Agar Tidak Melengkung – Plester tembok merupakan tahap penting dalam proses pembangunan maupun renovasi rumah.
Hasil plesternya yang rata membuat dinding terlihat lebih rapi, kokoh, dan siap untuk tahap finishing seperti acian dan pengecatan.
Akan tetapi banyak orang menghadapi masalah dinding melengkung setelah proses plester selesai. Kondisi ini membuat dinding tampak bergelombang, tidak sejajar, bahkan sulit dalam memasang perabot seperti lemari, rak, atau hiasan panel.
Masalah ini sering muncul karena teknik pengerjaan yang kurang tepat, campuran bahan yang tidak sesuai, atau proses pengeringan yang terburu-buru.
Dinding yang melengkung sangat berpotensi untuk menimbulkan retak halus. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan bagaimana plester tembok supaya tidak mudah melengkung.
Jadi, untuk lebih jelasnya bisa simak artikel berikut.

Plester tembok yang rata membantu untuk mendapatkan hasil akhir yang kuat dan tahan lama. Ketika dindingnya melengkung, cat sulit menempel, retak lebih cepat dan tampilannya tidak rapi.

Ternyata bisa mencegah masalah ini dengan langkah kerja yang benar. Nah, berikut ini ada beberapa cara plester tembok supaya tidak mudah melengkung yaitu:

1. Pastikan Dinding Bersih dan Bebas Debu

Bisa dengan membersihkan dinding dari debu, sisa cat lama dan minyak. Coba kikis bagian yang rapuh dan menyiram sedikit air agar permukaan lembap.

Dinding bersih membuat plester menempel lebih kuat dan tidak mudah bergeser.

2. Gunakan Benang atau Waterpass

Pasang benang patok atau memakai waterpass saat menentukan ketebalan plester. Alat ukur ini menjaga garis tetap lurus. Kesalahan ketebalan 5 sampai 8 milimeter sering membuat dinding tampak bergelombang.

3. Buat Titik Acuan Plester

Bisa membuat titik acuan dari adukan awal pada sisi atas, tengah dan bawah. Lalu sambungkan titik itu sebagai pedoman saat menarik plester. Metode ini membantu ketebalan plester tetap sama pada seluruh permukaan.

4. Jaga Komposisi Adukan yang Tepat

Campurkan semen, pasir dan air dengan takaran seimbang. Komposisi umumnya yaitu menggunakan perbandingan 1 bagian semen dan 3 sampai 4 bagian pasir.

Pakai pasir yang bersih agar plester tidak mudah retak dan tidak memicu penyusutan berlebih.

5. Oleskan Plester dalam Lapisan Tipis

Oleskan plester sedikit demi sedikit, lapisan tipis memberi kontrol lebih baik. Banyak orang sering membuat lapisan tebal karena ingin cepat selesai, tetapi cara ini membuat plester turun dan mengakibatkan lengkungan.

6. Tarik Plester Memakai Roskam Panjang

Tarik roskam atau penggaris aluminium dari bawah ke atas, tekan dengan stabil. Teknik ini membantu dalam meratakan area yang cekung, atau menebalkan sedikit area yang kurang.

7. Biarkan Plester Mengering dengan Alami

Sebaiknya beri waktu kering yang cukup. Plester yang cepat kering karena panas matahari atau angin kuat sering menyusut tidak merata. Bisa menyiram sedikit air ketika permukaan mulai mengeras agar pengeringan stabil.

8. Lakukan Pengecekan Ulang Sebelum Menghaluskan

Jangan lupa cek lagi seluruh bidang dari berbagai sudut. Bisa melihat pantulan cahaya untuk menemukan bagian yang bergelombang, sehingga bisa memperbaiki bagian itu sebelum tahap penghalusan.

Berbagai Perbedaan Antara Plesteran dan Acian Tembok

Berbagai Perbedaan Antara Plesteran dan Acian Tembok

Plesteran dan acian seringkali banyak orang menganggapnya sama, padahal fungsi dan prosesnya berbeda. Memang keduanya saling terkait dalam menjadikan tembok kuat dan tidak mudah melengkung.

Oleh karena itu, berikut ini ada perbedaan antara plesteran dan acian tembok yaitu:

1. Tujuan Kerja

Plesteran bertujuan menutupi permukaan kasar dan meratakan dinding. Bahan ini untuk menutup bata, batako atau beton agar rata secara struktural. Sedangkan acian bertujuan membuat permukaan sangat halus dan siap cat.

2. Ketebalan Lapisan

Pada plesteran biasa memiliki ketebalan relatif tebal, umumnya 8 sampai 20 mm tergantung kondisi dinding. Sedangkan acian jauh lebih tipis, biasanya 1 sampai 3 mm saja untuk lapisan akhir.

3. Komposisi Bahan

Plesteran sendiri memakai semen, pasir dan kadang kapur. Pasir yang dipakai berbutir sedang sampai kasar. Sedangkan acian memakai bahan lebih halus.

4. Tekstur dan Kesempurnaan Permukaan

Permukaan plesteran setelah kering masih agak kasar, karena plesteran fokus pada kestabilan bentuk. Sedangkan acian menghasilkan permukaan hampir tanpa pori dan sangat halus.

5. Alat dan Teknik Kerja

Plesteran sendiri pengerjaannya dengan sendok semen, roskam dan penggaris. Tukang memadatkan adukan dan meratakan lapisan tebal.

Kalau acian menggunakan kape, papan palet kecil, dan alat penghalus seperti float atau sponge untuk hasil halus.

6. Waktu Pengerjaan dan Pengeringan

Plesteran membutuhkan lebih banyak waktu dalam pengeringan. Biasanya butuh beberapa hari sampai minggu tergantung ketebalan. Sedangkan acian kering lebih cepat karena tipis.

7. Ketahanan dan Fungsi Struktural

Adanya plesteran memberikan proteksi struktural pada dinding. Plester mengikat bata dan menahan benturan ringan. Sedangkan acian tidak menambah fungsi struktural signifikan, karena fokus pada estetika.

8. Biaya dan Pengaplikasiannya

Plesteran cenderung lebih murah per meter persegi daripada acian jika melihatnya sebagai lapisan dasar. Sedangkan acian menambah biaya karena bahan halus dan tenaga kerja lebih teliti.

Keuntungan Pakai Jasa Tukang dalam Memperbaiki Tembok yang Melengkung

Keuntungan Pakai Jasa Tukang dalam Memperbaiki Tembok yang Melengkung

Tembok yang melengkung bisa mengganggu tampilan dan menurunkan kualitas bangunan. Para penghuninya mungkin ingin memperbaikinya sendiri, tetapi pekerjaan ini membutuhkan teknik yang rapi.

Kesalahan kecil membuat permukaan dindingnya tambah bergelombang. Oleh karena itu, berikut ini beberapa keuntungan pakai jasa tukang dalam memperbaiki tembok yang melengkung yaitu:

1. Analisis Kerusakan Lebih Akurat

Tukang bisa menilai apakah lengkungan berasal dari kesalahan plester, keretakan struktural atau kelembapan. Sehingga bisa mendapat solusi yang tepat. Keputusan awal ini menentukan kualitas hasilnya.

2. Teknik Perataan Lebih Presisi

Tukang sendiri memakai alat berupa benang, waterpass dan penggaris aluminium. Alat ini membantu menjaga ketebalan plester tetap sama, sehingga memperoleh permukaan yang lebih lurus pada seluruh bidang.

3. Hasil Perbaikan Lebih Rapi

Tukang terbiasa menghaluskan perbedaan ketebalan sehingga gerakan menarik roskam lebih stabil. Para penghuni mendapat dinding yang terlihat rata ketika terkena cahaya dari samping.

4. Waktu Pengerjaan Lebih Cepat

Jasa tukang sendiri memahami urutan kerja. Mereka menyiapkan dinding, mencampur adukan, memplester dan mengaci dengan tempo yang efisien sehingga mampu menghemat waktu renovasi.

5. Campuran Adukan Lebih Tepat

Tukang sendiri mengetahui perbandingan semen dan pasir yang ideal. Adukan yang tepat mengurangi risiko dinding kembali melengkung atau retak.

6. Risiko Kesalahan Lebih Kecil

Tukang berpengalaman menghindari lapisan plester yang terlalu tebal. Lapisan tebal sering turun dan menyebabkan permukaan bergelombang, jadi penggunanya bisa menghindari biaya perbaikan ulang.

7. Pengerjaan Lebih Aman

Perbaikan dinding sering membutuhkan peralatan tinggi tersendiri. Tukang sudah terbiasa bekerja dengan peralatan itu sehingga tidak perlu mengambil risiko fisik.

8. Hasil Akhir Siap Cat

Tukang tidak hanya meratakan permukaan saja, tapi mereka juga memastikan acian halus dan bebas gelombang kecil. Para penghuninya bisa langsung mengecat tanpa banyak koreksi.

Penutup

Dengan mengetahui bagaimana cara plester tembok agar tidak mudah melengkung dengan baik, maka dinding bisa menjadi lebih kuat dan rata.

Tersedia informasi menarik mengenai jasa tukang yang mampu memasang wall panel 3D, memasang atap, pembersihan maupun pemasangan tandon, dan lain-lain.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa tukang bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.