Pernahkah Anda melihat bagian bawah dinding rumah tampak lembap, cat mengelupas, atau muncul noda kekuningan yang sulit hilang? Masalah ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya rembesan air pada dinding bawah rumah. Jika tidak segera ditangani, rembesan bukan hanya merusak tampilan, tetapi juga dapat mengancam kekuatan struktur bangunan serta kesehatan penghuni.
Rembesan air pada dinding bawah biasanya terjadi secara perlahan dan berulang. Karena letaknya dekat lantai, area ini sering terpapar kelembapan tanah, genangan air, atau sistem drainase yang kurang baik. Untuk memahami dan mengatasinya secara tepat, mari kita bahas secara menyeluruh mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga solusi terbaiknya.
Kenali Ciri-Ciri Dinding Bawah Rembes dan Bahayanya

Mengidentifikasi kondisi dinding yang mengalami rembesan air sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat dan cepat. Berikut adalah ciri-ciri umum yang menunjukkan adanya rembesan air di bagian bawah rumah, sekaligus bahaya yang mengintai jika dibiarkan.
1. Ciri-Ciri Dinding Bawah Rembes
- Permukaan Dinding Basah atau Lembap: Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah permukaan dinding yang terasa basah atau lembap saat disentuh. Biasanya, area ini akan terasa dingin dan berair jika air rembes cukup banyak.
- Noda Hitam atau Jamur: Rembesan air yang berkepanjangan akan menimbulkan noda berwarna hitam, abu-abu, atau hijau di permukaan dinding. Noda ini sering disertai pertumbuhan jamur dan lumut yang menimbulkan bau tidak sedap dan risiko kesehatan.
- Lembaran Cat Mengelupas atau Mengelupas: Cat yang mulai mengelupas, mengelupas, atau mengelupas secara tidak rata menandakan bahwa kelembapan di balik permukaan cukup tinggi.
- Bau Apek dan Lembab: Rumah yang mengalami rembesan air biasanya mengeluarkan bau apek yang khas, karena kelembapan yang tinggi memicu pertumbuhan jamur dan bakteri.
- Kemunculan Retak atau Kerusakan Pada Dinding: Air yang merembes dapat menyebabkan dinding menjadi rapuh dan muncul retak, bahkan kerusakan struktural dalam jangka panjang.
- Permukaan Mengelupas dan Berkapur: Jika dinding sering basah dan kering secara bergantian, lapisan pelindung seperti cat atau plester dapat mengelupas dan berkapur, menandakan kerusakan yang serius.
2. Bahaya Rembes di Dinding Bawah Rumah
- Kerusakan Struktural: Air yang merembes terus-menerus akan melemahkan struktur dinding, bahkan bisa menyebabkan keruntuhan sebagian jika tidak segera diperbaiki.
- Pertumbuhan Jamur dan Bakteri: Kelembapan tinggi memicu pertumbuhan jamur yang tidak hanya merusak tampilan tetapi juga berbahaya bagi kesehatan, memicu alergi, asma, dan masalah pernapasan lainnya.
- Kebocoran Air dan Kerusakan Lebih Parah: Rembesan yang tidak diatasi akan menyebabkan kebocoran yang lebih luas, merembes ke bagian lain dari rumah, bahkan ke bagian fondasi.
- Nilai Estetika Menurun: Dinding yang penuh noda dan jamur membuat tampilan rumah menjadi tidak menarik, menurunkan nilai jual properti.
- Risiko Kesehatan Penghuni: Lembap dan jamur berbahaya bagi kesehatan keluarga, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia.
Penyebab Utama Terjadinya Rembesan pada Dinding Bawah Rumah

Setelah mengetahui ciri-ciri dan bahaya rembes, penting untuk memahami faktor-faktor utama yang menyebabkan air merembes masuk ke dinding bawah rumah. Pengetahuan ini membantu dalam merancang solusi efektif dan mencegah masalah tersebut kembali terjadi.
1. Kondisi Tanah dan Drainase yang Buruk
Tanah di sekitar rumah yang tidak memiliki sistem drainase yang baik sering menjadi penyebab utama rembesan air. Jika tanah di sekitar fondasi tidak mampu menyerap air dengan baik atau terjadi penumpukan air di sekitar pondasi, air akan merembes ke dalam dinding bawah.
2. Kelembapan Tanah yang Tinggi
Di daerah dengan tingkat curah hujan tinggi atau tanah yang cenderung basah, air akan selalu berada di dekat fondasi. Jika tidak ada sistem pengaliran air yang baik, air akan merembes ke dalam dinding dan menyebabkan lembap.
3. Kondisi Fondasi yang Tidak Kokoh atau Rusak
Fondasi yang rapuh, retak, atau tidak dirancang sesuai standar akan memudahkan air masuk dari tanah ke bagian bawah rumah. Bahkan, retakan kecil pada fondasi bisa menjadi jalur masuk air yang cukup besar.
4. Ketidakcocokan Material dan Pemasangan yang Tidak Tepat
Penggunaan bahan yang tidak tahan air, seperti cat atau sealant yang tidak sesuai, serta teknik pemasangan yang kurang tepat, dapat memperparah rembesan. Misalnya, pemasangan dinding batu bata tanpa lapisan waterproof yang memadai akan memungkinkan air masuk dari luar.
5. Kondisi Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Kurang Baik
Ventilasi yang tidak memadai menyebabkan kelembapan di dalam ruangan dan di sekitar dinding bawah tidak dapat keluar dengan baik. Akibatnya, kelembapan menumpuk dan menyebabkan rembesan.
6. Pengaruh Lingkungan Sekitar
Daerah yang rawan banjir, tanah longsor, atau curah hujan ekstrem meningkatkan risiko rembesan. Selain itu, keberadaan tanaman besar di dekat fondasi juga dapat menyimpan kelembapan berlebih.
7. Kurangnya Perawatan dan Perbaikan Rutin
Banyak kerusakan kecil yang tidak segera diperbaiki, seperti retak pada dinding atau fondasi, akan memperbesar peluang air masuk. Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kondisi fondasi dan dinding agar tetap kedap air.
Solusi Mengatasi Dinding Rembes Air dengan Tepat

Mengatasi rembesan air di dinding bawah rumah tidak cukup hanya dengan menutup atau membersihkan bagian yang basah. Dibutuhkan solusi menyeluruh dan sistematis agar masalah tidak kembali muncul dan kerusakan dapat diminimalisasi.
1. Perbaikan Sistem Drainase dan Pengaliran Air
Langkah pertama adalah memastikan bahwa sistem drainase di sekitar rumah berfungsi optimal. Perbaiki saluran pembuangan yang tersumbat, buat saluran drainase yang baik untuk mengalirkan air jauh dari fondasi. Jika perlu, buat sumur resapan dan talang air yang memadai agar air tidak menggenang di dekat dinding.
2. Pemasangan Waterproofing pada Fondasi dan Dinding
Salah satu solusi paling efektif adalah melakukan aplikasi lapisan waterproofing di bagian bawah rumah. Ada berbagai teknik waterproofing, seperti pelapisan dengan membran bitumen, cat waterproof, atau coating khusus tahan air. Pemasangan ini akan mencegah air dari tanah merembes masuk ke dalam dinding.
3. Perbaikan dan Penguatan Fondasi
Jika fondasi menunjukkan kerusakan atau retakan, segera lakukan perbaikan. Penguatan fondasi bisa dilakukan dengan penambahan beton bertulang, injection grout, atau pemasangan pondasi baru jika kerusakan parah. Pastikan fondasi cukup kedap dan kokoh agar tidak menjadi jalur masuknya air.
4. Penggunaan Bahan Bangunan Tahan Air
Pilih bahan bangunan yang memiliki sifat tahan air, seperti batu bata berlapis waterproof, semen dengan bahan tambahan kedap air, serta lapisan cat kedap air di permukaan dinding. Penggunaan bahan ini akan memperkuat perlindungan terhadap air.
5. Pemasangan Sistem Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik
Ventilasi yang baik akan membantu mengurangi kelembapan di dalam dan sekitar dinding bawah. Pasang ventilasi udara di bagian bawah rumah, serta jaga agar ventilasi tetap bersih dan berfungsi optimal.
6. Perawatan dan Pemeriksaan Rutin
Lakukan inspeksi secara berkala, setidaknya setiap enam bulan untuk memastikan tidak ada retak baru, kerusakan cat, atau tanda-tanda rembesan. Bersihkan noda jamur dan lumut, serta perbaiki retak kecil sebelum menjadi besar.
7. Pengendalian Lingkungan Sekitar Rumah
Kurangi faktor yang meningkatkan risiko rembes, seperti menebang tanaman besar di dekat fondasi, memperbaiki saluran air yang tidak berfungsi, dan menghindari penimbunan tanah di dekat dinding bawah.
Jika anda kesulitan mengatasi rembes di dinding bawah rumah, konsultasi yang tepat dan aman sebaiknya dengan tenaga profesional. Oleh karena itu, jika Anda membutuhkan jasa tukang untuk membatu mengatasi agar hasilnya rapi dan maksimal, silakan hubungi kami melalui WhatsApp pada nomor berikut.
Kesimpulan
Rembesan air di dinding bawah rumah merupakan masalah yang harus segera diatasi karena berpotensi merusak struktur dan membahayakan kesehatan. Mengenali ciri-ciri, memahami penyebab utama, dan menerapkan solusi tepat adalah langkah penting untuk mengatasi masalah ini. Dengan perbaikan sistem drainase, waterproofing, penguatan fondasi, serta perawatan rutin, dinding bawah rumah akan tetap kering, kuat, dan aman untuk dihuni dalam waktu yang lama.

